Sabtu, 22 Januari 2011

KERUDUNG PERTAMAKU

Ngebaca catatan catatan dari temen2 tentang pengalaman mengenakan kerudung...jadi pengen ikutan ngebagi pengalaman neh....

Awal tergerak hai pengen pake kerudung waktu kelas 2 SMU, ngeliat KK kelas yang udah make..kok kayaknya cantik2 gitu...ngiri....

Tapi buat make secara permanen masih belum berani.....takut dilepas2 lagi.....alasan lainya...tanggung buat bikin baju sekolah baru....

Saat itu udah mulai latihan...kadang keluar asrama pake kerudung (kerudungnya pun pinjem punya adek kelas......ingat banget punya Emi sama Hanna..kalo gak salah, habisnya gak punya sama sekali). Kerudungnya pun yang langsung pake....gak perlu peniti dan teman2nya....

Satu moment perayaan hari besar Islam di sekolah, yang memaksaku harus make kerudung segi empat....

Duuuuh....susah banget.......alhasil dengan dibantu teman2 satu kamar, akhirnya bisa juga....namun kerudung hasil karya teman2 yang ku pakai, gak berlangsung lama kerapihannya.....mencong sana sini, rambut pada keluar...huh..pokoknya saat itu gak betah banget....

Ngerasain susahnya make kerudung model gitu, kembali menyurutan semangatku buat menutup mahkota itu........

Mpe kelar skul, masih belum kepikiran juga buat make kerudung, sampai akhirnya mencoba untuk memasukkan berkas lamaran kerja ke sebuah perusahaan terkemuka di Indonesia........

Melewati berbagai tes dan wawancara....

Mungkin ini bisa dikatakan hidayah, sambil menunggu pengumuman yang memakan waktu berhari2 aku bernazar kalo mpe lulus, bakal make kerudung..

Dan Alhamdulillah...beberapa hari kemudian, pihak perusahaan menghubungi dan memberitahukan kalo aku keterima kerja di sana....

Yang ajaibnya, hari pertama kerja tidak ada kendala apapun dalam mengenakan kerudung, padahal dulu...susahnya....

Meskipun terkadang ada sedikit keinginan keluar rumah tanpa kerudung, namun Allah masih memberi keyakinan dan kekuatan dalam diri ini....Alhamdulillah...

Walaupun masih belum Syar’i namun selalu berusaha untuk memperbaiki diri lebih baik lagi...

Kamis, 13 Januari 2011

Ku Ingin Kau Mencintaiku Karena Allah


Ku ingin kau mencintaiku karena Allah

Karena aku ingin menyempurnakan separuh agamaku


Ku ingin kau mencintaiku karena Allah

Karena aku ingin menhindarkan diri dari dosa


Ku ingin kau mencintaiku karena Allah

Karena aku ingin ada restu untuk kita berdua


Ku ingin kau mencintaiku karena Allah

Karena ku ingin ke-halal-an dalam hubungan ini


Ku ingin kau mencintaiku karena Allah

Karena ku ingin menyerahkan semua atas dasar ibadah


Pinang aku dengan Bismillah

Pinang aku dengan semua yang halal darimu



Pelaihari, 13 Januari 2011

Rabu, 10 November 2010

Hari Pahlawan


Hari ini, tepat tanggal 10 Nopember 2010, bangsa Indonesia memperingati sebagai Hari Pahlawan. Hari dimana bangsa Indonesia berjuang untuk mempertahankan kedaulatan Bangsa Indonesia dari tangan Belanda yang membonceng sekutu di Surabaya. Dalam pertempuran yang menewaskan banyak pejuang itu, Bung Karno pernah menyebutnya sebagai sebuah peristiwa heroik dengan semangat macan.

Memang mempertahankan kemerdekaan amat berat. Kita tahu bahwa hal itu adalah sebuah perjuangan yang dihiasi oleh darah dan air mata. Amat terasalah perjuangan itu ketika pertama-tama berada dalam situasi kemerdekaan.

Kini, situasi sudah jauh berbeda, tidak ada lagi penjajahan, karena semua negara sudah berdaulat dan kemerdekaan sudah menjadi hal yang universal bagi seluruh negara di dunia ini.

Tugas kita sebagai pemegang amanah kemerdekaan ini adalah bagaimana cara mempertahankan kemerdekaan dan mengisinya dengan hal-hal yang positif. Namun, persoalan besar yang kita hadapi saat ini adalah, persoalan kemiskinan, kebodohan, kemelaratan politik dan masih banyak lagi. Orientasi ke masa depan hampir tidak ada. Kalau kita berjalan sampai ke pelosok dan pedalaman negeri ini, yang ada hanyalah ketidakmampuan mengerti dan merancang mengenai masa depan. Hal ini berkaitan dengan cara berpikir. Kita terbiasa tidak mau berjuang sebab kita mewarisi sebuah negeri yang sudah merdeka. Kita terbiasa hidup dalam kenyamanan kemapanan yang ada. Sebab kita adalah negeri yang amat terbiasa hidup dalam kenyamanan kehidupan yang semu. Sejak kita merdeka, memang negara ini tidak pernah membangkitkan semangat. Kita selalu dihantui oleh ketakutan jika harus berpartisipasi dalam menghadapi masalah di negeri ini.

Dan akhirnya yang terjadi saat ini adalah negara tanpa arah dan semangat. Perhatikanlah setiap anak-anak yang bersekolah. Mereka memang pergi dan pulang, tetapi tidak tahu mengenai apa artinya masa depan. Perhatikan mereka yang bekerja, tanyakan apa yang sedang dikerjakan, pastilah akan menjawab untuk kepentingan dan investasi keluarganya sendiri. Tanyakan pada para birokrat, apa yang sedang mereka lakukan, mereka pasti menjawab bagaimana supaya mereka bisa tetap memperoleh gaji tanpa harus repot-repot.

Bandingkan dengan mereka yang tanpa tedeng aling-aling berjuang, angkat senjata dan menyerahkan nyawanya pada 10 Nopember 1948 silam. Mereka bersedia menyerahkan apa saja, demi satu tujuan yang membakar semangat mereka, yaitu mempertahankan kemerdekaan negerinya. Sudah saatnyalah elit politik dan pemimpin negeri ini berhenti berbicara mengenai diri dan mereka saja. Sudah saatnya yang dibicarakan adalah bagaimana menyelamatkan negeri ini supaya bisa bertahan.

Harus jujur kita akui bahwa fondasi semangat negeri ini sudah sangat rapuh. Yang ada adalah ketidak harmonian, perebutan dan intrik politik serta korupsi. Bangsa ini harus dibangkitkan kembali semangatnya untuk bangkit dan mempertahankan ancaman yang datangnya dari dalam diri kita sendiri.

Selamat hari pahlawan. Mari kita tanamkan prinsip "Kerja keras adalah energi kita" untuk kemajuan bangsa dan negara!

Serta selalu bertawakal terhadap Allah SWT. Amin..




_dari berbagai sumber_

Barrack Pengungsian vs Barrack Obama

Barrack Pengungsian vs Barrack Obama

Siapa yang menang ???



BARRACK PENGUNGSIAN
Indonesia saat ini mengalami cobaan yang bertubi tubi di waktu terakhir ini, mulai dari Banjir Bandang yang meluluh lantakkan kota Wasior di Papua, dilanjutkan dengan Bencana Tsunami yang juga menyapu bersih Pulau Mentawai, dan yang terakhir dan masih hangat diberitakan Erupsi Merapi yang mematikan sebagian pojok kota Jogja.

Para pengungsi di ungsikan ke barak - barak pengungsian yang sudah disiapkan (untuk selanjutnya kita tulis Barrack, biar lebih mirip getoh......), namun kondisi barrack2 itu masih jauh dari layak (namanya juga darurat...)

Sekian hari setelah bencana itu terjadi, banyak bantuan-bantuan yang digalangkan, mulai dari malam amal, membuka rekening untuk menyalurkan bantuan2 kepada mereka yang lagi tertimpa musibah. Seperti makanan, minuman, pakaian, selimut, dan obat-obatan. Serta diharapkan dengan bantuan tersebut, bisa sedikit meringankan beban mereka di Barrack Pengungsian.

Namun pada kenyataannya (menurut beberapa berita yang kami lihat dan dengar), hampir semua kondisi Barrack Pengungsian dalam kondisi memprihatinkan, terutama untuk masalah MCK. Mungkin perlu adanya anggaran untuk perawatan, sehingga sewaktu-waktu akan digunakan semuanya dalam kondisi siap dipakai. Mengingat bahwa Merapi merupakan gunung yang paling aktif (kerjadian tahun 1994 menelan korban nyawa 60 orang lebih, korban luka/cacat dan harta benda, tahun 2006, korban nyawa 2 orang, tahun 2010, korban nyawa -untuk sementara saja lebih dari 30 orang- korban luka dan korban harga benda yang cukup besar).

Apabila pihak pemerintah tidak mampu menyediakan tempat-tempat pengungsian yang memadahi, perlu dibangun sistem gotongroyong. Rumah-rumah penduduk bisa dimanfaatkan sebagai tempat pengungsian, tetapi hal ini tentunya harus dimulai dengan mambangun komunikasi dan hubungan yang bagus antara warga yang bertempat tinggal di daerah rawan bencana dengan masyarakat yang berada di daerah aman.

Bantuan makanan pun seringkali terlambat untuk di supply ke daerah bencana, seperti di Mentawai, kondisi cuaca yang buruk dijadikan sebagai alasan keterlambatan pendistribusian bantuan ke sana, tetapi bisa kita lihat pada saat rombongan RI 1 bertolak kesana, berapa buah Helikopter yang mengantar ? kenapa tidak dititipkan mereka saja ? aneh...........

Pemerintah pun harusnya mempunyai alah transportasi yang tangguh, yang bisa melewati kondisi apapun, sehingga kasus seperti ini tidak terjadi lagi.


BARRACK OBAMA

Kedatangan presiden negeri adidaya ini membawa konsekuensi pengamanan superketat serta penutupan jalur/jalan yang bakal dilalui.

Pihak kepolisian akan melakukan sistem buka-tutup untuk jalur darat yang dilalui, baik arah sama dan berlawanan. Kabarnya Presiden ke -44 ini akan mendarat di bandara Halim Perdana Kusuma pukul 16.30 WIB dilanjutkan menuju Istana Negara.

Menurut beberapa sumber, melintasnya rombongan Presiden adidaya tersebut, sempat menimbulkan kemacetan di ruas jalan Protokol (katanya sih,,,,,,saia kan gak disana, jadi gak tau...)

Jalur yang bakal dilalui adalah Halim, tol dalam kota, Semanggi, Sudirman, Thamrin, Istana Negara. Kabar lain dari halim akan menggunakan helikopter menuju Istana.

Selepas jamuan resmi kenegaraan, Obama akan menuju hotel Shangri-La untuk beristirahat dan menginap. Sekitar pukul 19.00-20.00 WIB rombongan akan berangkat menuju Istana untuk jamuan makan malam. Setelah itu rombongan kembali ke Shangri-La.

Jadi, dipastikan akan ada sistem buka-tutup mulai sore hingga malam nanti disekitar Semanggi, Sudirman, Thamrin hingga sekitar Monas. Pukul 16.00-20.00 WIB adalah jam pulang kantor, jadi bila Anda akan melewati jalur tersebut untuk mencari jalur alternatif.

Esok harinya (10/11), sekitar pukul 10.00-11.00, dari Shangrilla Obama akan menuju masjid Istiqlal. Selepas itu Obama menuju Universitas Indonesia, di Depok, dengan jalur darat. Dari Istiqlal langsung ke arah tol dalam kota, JORR Simatupang keluar ke Depok melalui Lenteng Agung.

Jadwal selanjutnya sekitra 14.00-15.00 WIB menuju Taman Makam Pahlawan Kalibata melalui jalur tol.

Kabar lain juga menyebutkan perjalanan Obama selama di Jakarta akan menggunakan helikopter. Namun demikian rombongan pengiring akan menggunakan jalur darat.




Dari berita diatas, saia pribadi merasa penyambutan Presiden Barrack Obama lebih diutamakan daripada penyaluran bantuan ke Barrack Pengungsian.

Seandainya penyaluran bantuan ke Barrack-barrack pengungsian dilakukan dengan pengawalan dan penetralisir jalan dari kemacetan seperti pengawalan kepada rombongan Presiden Barrack Obama, saia rasa pendistribusian bantuan itu lancar, dan para pengungsi tidak akan kelaparan an kedinginan.

Jadi antara Barrack Pengungsian vs Barrack Obama...

Siapa yang akhirnya jadi pemenang ?




_dari berbagai sumber_