Kamis, 04 Maret 2010

Terlalu Banyak Mengeluh

Selalu mengeluh dan mengeluh...

Dengan semua yg ada

Dengan semua yang dihadapi

Padahal....

Saat aku mengeluhkan banyaknya pekerjaan

Di tempat lain masih banyak orang yang berjuang menenteng map merahnya

Keluar masuk gedung dan berakhir dengan penolakan

Padahal....

Saat aku mengeluhkan makanan yang ada

Di tempat lain masih banyak mereka yang tak bisa makan

Harus tidur dengan perut kosong tak berisi

Padahal.....

Ketika aku mengeluhkan motor yang kian bobrok

Di tempat lain masih banyak sahabat yang hanya mengayuh sepeda

Penuh dengan peluh yang bercucuran

Astagfirullah...

Aku terlalu banyak mengeluh..

Aku terlalu sering melihat keatas..

Tanpa pernah menengok ke bawah..

Maret 2010

Sabtu, 26 Desember 2009

AKU TAKUT HUJAN

HUJAN MENGGUYUR DERAS
MENYISIPKAN SECAWAN RINDU
MEMBUKA LUKA LAMA
WAKTU HUJAN TAHUN LALU

BULAN INI, AWAL MUSIM PENGHUJAN
HUJAN YANG HADIR, MENYIRAM KERONTANGNYA HATI
MENGGUYUR DINGIN JIWA YANG PANAS
SAAT INGAT KISAH SEDIH ITU
WAKTU HUJAN TAHUN LALU

HUJAN GERIMIS TAHUN LALU
TURUN MEMBAWA SEBUNGKUS CERITA PAHIT
YANG MENYISAKAN ISAK DAN TANGIS

AKU TAKUT PADA HUJAN
AKU TAKUT HUJAN HARI INI
AKAN MEMBUATKU KEMBALI MENETESKAN KRISTAL BENING
DARI BOLA MATAKU

AKU TAKUT HUJAN
AKU TAKUT...


PELAIHARI, 25 DESEMBER 2009

Selasa, 15 Desember 2009

SEBEGITU BERATKAH MENGUCAPKAN KATA TERIMA KASIH ?????

Kata terima kasih bukan sebuah kata yang asing di telinga kita kan? Biasanya kita akan mengucapkannya apabila kita menerima pemberian dari orang lain, ucapan terima kasih juga sebagai bentuk rasa menghargai kita kepada orang yang memberi sesuatu kepada kita...betul ?

Namun, di saat sekarang ini aku masih saja menemukan orang2 yang tidak bisa mengucapkan terima kasih atas pemberian orang lain kepada dirinya, ikhlas memang kita memberi, tapi bagaimana perasaan kita disaat orang yang kita beri malah sama sekali tidak menghargai pemberian kita...apalagi dia begitu sangat merendahkan pemberian kita, pasti sakit hati kan....?

Sebelumnya maaf, apabila yang aku tulis disini menyinggung seseorang, namun aku hanya ingin berbagi kisah dengan kalian. Dan semoga kita dapat mengambil manfaat dari kejadian yang akan aku tuturkan.

Sebenarnya bukan aku yang mengalami hal ini, melainkan salah seorang kenalanku. Namun mendengar beliau bercerita dengan hati yang panas, akupun ikut merasakan perasaan beliau. Saat itu beliau sedang bertakziah ke rumah kerabat yang salah satu anggota keluarganya meninggal dunia, pada dasarnya kita bertakziah adalah untuk turut menyampaikan rasa bela sungkawa kepada keluarga yang berduka kan ? dan kebiasaan, sebelum pulang, kita memberi sedikit uang kepada pihak keluarga....namun apa yang beliau terima saat beliau memberi sedikit uang kepada mereka (pihak keluarga yang berduka) ? mereka malah mengatakan “haaa...Cuma segini ngasihnya ?” sambil mengacungkan uang yang beliau berikan (kebetulan saat itu beliau ngasih Rp. 10.000) dan itu terjadi di depan orang banyak.....

Bagaimana perasaan kalian, apabila kalian yang mengalami hal itu....?

Aku yang mendengar beliau bercerita saja, merasa malu, marah dan entah perasaan apa lagi yang meunjukkan bahwa aku sangat kesal....huuuh.....


Dibalik hal itu, aku pun pernah mengalami peristiwa yang mengharukan (menurutku), dan ini kualami selang beberapa bulan setelah peristiwa diatas.

Waktu itu aku dan nenek ku menengok salah seorang kerabat, dan beliau sudah uzur sekali, bahkan beliau tidak lagi mengenali siapa yang datang menengok beliau, bisa dikatakan beliau sudah (maaf) pikun...

Saat beranjak pulang, nenek memberi uang kepada beliau yang sudah sepuh tadi, tak diduga sebuah kata terlontar dari mulut beliau “TERIMA KASIH”. Aku sungguh terkejut, tak menyangka beliau masih bisa mengucapkan kalimat tersebut dengan kondisi seperti itu.

Sangat bertolak belakang dua kejadian diatas, aku berfikir apakah dunia sudah terbalik ? beliau yang sudah uzur ternyata masih lebih bisa bersyukur dari pada mereka yang masih sehat. Masya Allah....

Sebegitu beratkah sebuah kata TERIMA KASIH ?????

Rabu, 25 November 2009

bersyukur

Sekedar kilas balik ke masa lalu...dimana akhirnya saat ini aku baru menyadari betapa beruntungnya hidup ku, yang membuat aku sangat mensyukuri apa yang kumiliki saat ini.
Awal lulus SMU, niat hati emang gak pengen kuliah, mengingat bakalan berkutat dengan buku2 yang super duper tuuueeeebeeel......dan membayangkannya saja sudah males......keinginan saat itu Cuma bisa nyari kerja dan kerja.
Namun, mengikut betapa asiknya bareng teman2 ngedaftar kul, aku pun ikut dalam kesibukan tersebut. Dasar emang gak niat kuliah saat itu, aku sengaja memilih jurusan dan Universitas yang bisa dikatakan terkenal di Indonesia...hehehe..(nekat emang). Saat SPMB pun tiba, semua soal kujawab dengan asal2an, yang bisa kujawab yaaaa kujawab dengan benar, namun soal yang sulit kujawab dengan mengandalkan kekuatan feeling, dan memang benar namaku tak ada dalam daftar mahasiswa yang diterima.
Sedih ? gak sama sekali.....
Lepas dari itu, bingung pun menyelimuti, apa yang harus aku lakukan ???? bolak balik koran nyari lowongan, namun gak ada yang cocok. Akhirnya setelah ada yg menawarkan agar aku mencoba membuat sebuah spanduk yang akan dipakai buat pelatihan2 di instansi2 pemerintah. Kuberfikir, sanggup apa tidak ya ? Jangan menyerah sebelum mencoba...kuterima akhirnya tawaran itu.
Mulai saat itu aku mulai mengukur, menyusun huruf2 yang akan aku tempel....susye nya minta ampun, akupun menjelma menjadi seorang burung hantu, yang bekerja dimalam hari, hampir setiap hari aku begadang demi menyelesaikan sebuah spanduk tersebut. Untuk ini aku di bayar Rp. 75.000,-. Uang pertama yang kudapat dari hasil keringatku sendiri...seneng banget rasanya..
Beberapa kali aku mengerjakan proyek itu ( biar keren, jadi kita sebut proyek hehehe...) sambil sesekali menerima jasa pengetikan, hal itu berlangsung selama kurang lebih 3 bulan.
Sampai akhirnya teman saya Irma mengajak untuk mendaftar di sebuah BUMN di Pelaihari, uniknya Irma mengetahui kalo ada lowongan pekerjaan itu di sebuah toko alat tulis, saat ada orang yang lagi ngobrol membicarakan berita tersebut. Dengan rasa optimis, kita berdua mencoba memasukkan lamaran ke sana.
Setelah melalui berbagai macam tes, yaitu tes tertulis, komputer dan wawancara akhirnya kita berdua lulus dan diterima di instansi tersebut...Hehehe...akhirnya kerja juga....
Hari pertama kerja, ajang pengenalan satu sama lain, pembagian pekerjaan, yaaah...pokoknya hari pertama itu berlalu dengan baik.
Seiring berjalannya waktu, ada bebrapa orang yang ternyata juga di terima di tempat lain dan dia pun memilih untuk melepaskan pekerjaan di sini, karena di tempat yang baru memang lebih menjanjikan. Aku dan Irma juga ikut tes penerimaan pegawai di PT. TELKOM, namun yang lulus hanya Irma....Don’t worry..be happy...
Beberapa tahun berlalu, kejenuhan pun mulai merasuk, rasa malas dalam melakukan pekerjaan pun hinggap, sehingga acapkali banyak kesalahan yang ku lakukan.
Sampai di suatu peristiwa, dimana akhirnya membuat aku bersyukur dengan apa yang kupunya saat ini. Selama ini aku tidak pernah bersyukur, selalu merasa kurang, selalu melihat ke atas, tanpa pernah melihat ke bawah. Padahal masih banyak mereka yang begitu sulitnya mendapat pekerjaan di zaman sekarang ini.
Bukan maksud sombong atau apa cuma ternyata tanpa kusadari Allah telah banyak memberikanku anugerah, memberikanku fasilitas, dan segala macam kenikmatan hidup yang ternyata masih ada disekitarku yang tidak memilikinya.
Akhirnya aku mencoba ikhlas menjalani pekerjaan ini, walaupun rasa jenuh juga terkadang hadir, namun itupun manusiawi muncul ditengah rutinitas kita.
Usaha demi usaha untuk mencari pekerjaan yang lebih baik pun selalu ku lakukan, disamping juga selalu berdoa kepada Sang Maha Segalanya.
Satu pelajaran yang baru kudapatkan yaitu dengan bersyukur kita aan lebih menikmati kehidupan kita sekarang ini.

BERSYUKUR

Sekedar kilas balik ke masa lalu...dimana akhirnya saat ini aku baru menyadari betapa beruntungnya hidup ku, yang membuat aku sangat mensyukuri apa yang kumiliki saat ini.

Awal lulus SMU, niat hati emang gak pengen kuliah, mengingat bakalan berkutat dengan buku2 yang super duper tuuueeeebeeel......dan membayangkannya saja sudah males......keinginan saat itu Cuma bisa nyari kerja dan kerja.

Namun, mengikut betapa asiknya bareng teman2 ngedaftar kul, aku pun ikut dalam kesibukan tersebut. Dasar emang gak niat kuliah saat itu, aku sengaja memilih jurusan dan Universitas yang bisa dikatakan terkenal di Indonesia...hehehe..(nekat emang). Saat SPMB pun tiba, semua soal kujawab dengan asal2an, yang bisa kujawab yaaaa kujawab dengan benar, namun soal yang sulit kujawab dengan mengandalkan kekuatan feeling, dan memang benar namaku tak ada dalam daftar mahasiswa yang diterima.

Sedih ? gak sama sekali.....

Lepas dari itu, bingung pun menyelimuti, apa yang harus aku lakukan ???? bolak balik koran nyari lowongan, namun gak ada yang cocok. Akhirnya setelah ada yg menawarkan agar aku mencoba membuat sebuah spanduk yang akan dipakai buat pelatihan2 di instansi2 pemerintah. Kuberfikir, sanggup apa tidak ya ? Jangan menyerah sebelum mencoba...kuterima akhirnya tawaran itu.

Mulai saat itu aku mulai mengukur, menyusun huruf2 yang akan aku tempel....susye nya minta ampun, akupun menjelma menjadi seorang burung hantu, yang bekerja dimalam hari, hampir setiap hari aku begadang demi menyelesaikan sebuah spanduk tersebut. Untuk ini aku di bayar Rp. 75.000,-. Uang pertama yang kudapat dari hasil keringatku sendiri...seneng banget rasanya..

Beberapa kali aku mengerjakan proyek itu ( biar keren, jadi kita sebut proyek hehehe...) sambil sesekali menerima jasa pengetikan, hal itu berlangsung selama kurang lebih 3 bulan.

Sampai akhirnya teman saya Irma mengajak untuk mendaftar di sebuah BUMN di Pelaihari, uniknya Irma mengetahui kalo ada lowongan pekerjaan itu di sebuah toko alat tulis, saat ada orang yang lagi ngobrol membicarakan berita tersebut. Dengan rasa optimis, kita berdua mencoba memasukkan lamaran ke sana.

Setelah melalui berbagai macam tes, yaitu tes tertulis, komputer dan wawancara akhirnya kita berdua lulus dan diterima di instansi tersebut...Hehehe...akhirnya kerja juga....

Hari pertama kerja, ajang pengenalan satu sama lain, pembagian pekerjaan, yaaah...pokoknya hari pertama itu berlalu dengan baik.

Seiring berjalannya waktu, ada bebrapa orang yang ternyata juga di terima di tempat lain dan dia pun memilih untuk melepaskan pekerjaan di sini, karena di tempat yang baru memang lebih menjanjikan. Aku dan Irma juga ikut tes penerimaan pegawai di PT. TELKOM, namun yang lulus hanya Irma....Don’t worry..be happy...

Beberapa tahun berlalu, kejenuhan pun mulai merasuk, rasa malas dalam melakukan pekerjaan pun hinggap, sehingga acapkali banyak kesalahan yang ku lakukan.

Sampai di suatu peristiwa, dimana akhirnya membuat aku bersyukur dengan apa yang kupunya saat ini. Selama ini aku tidak pernah bersyukur, selalu merasa kurang, selalu melihat ke atas, tanpa pernah melihat ke bawah. Padahal masih banyak mereka yang begitu sulitnya mendapat pekerjaan di zaman sekarang ini.

Bukan maksud sombong atau apa cuma ternyata tanpa kusadari Allah telah banyak memberikanku anugerah, memberikanku fasilitas, dan segala macam kenikmatan hidup yang ternyata masih ada disekitarku yang tidak memilikinya.

Akhirnya aku mencoba ikhlas menjalani pekerjaan ini, walaupun rasa jenuh juga terkadang hadir, namun itupun manusiawi muncul ditengah rutinitas kita.

Usaha demi usaha untuk mencari pekerjaan yang lebih baik pun selalu ku lakukan, disamping juga selalu berdoa kepada Sang Maha Segalanya.

Satu pelajaran yang baru kudapatkan yaitu dengan bersyukur kita aan lebih menikmati kehidupan kita sekarang ini.