Minggu, 07 November 2010

Menyikapi Penyimpangan Fungsi Teknologi

Jaman sudah berubah, sudah semakin canggih dan modern. Rasa - rasanya manusia sudah tidak bisa lepas lagi dari yang namanya teknologi.
contoh mudah, handphone misalnya, sedetik tidak mengutak atik handphone, ada terasa yang kurang, handphone dengan berbagai jenis dan fitur yang canggih sudah menjelma menjadi nyawa kedua bagi sebagian orang.

Beberapa tahun lalu kita baru mengenal adanya email (surat elektronik) sebagai media komunikasi jarak jauh yang menggantikan fungsi surat. Beberapa tahun kemudian mulai dikenal adanya friendster sebagai ajang hiburan, ajang refreshing, ajang mencari teman bahkan ajang mencari jodoh. Di dalam friendster (FS) sebenarnya ada fasilitas blog yang bisa digunakan untuk mengembangkan diri dalam hal tulis menulis, berbagi ilmu dan dakwah bilqolam. Akan tetapi hanya segelintir orang (sangat sedikit) yang memanfaatkan fasilitas blog yang ada di dalam friendster ini, kebanyakan mereka mengabaikan fungsi yang satu ini dan hanya menggunakan FS sekedar alat penjalinan teman-teman baru. Yang sangat disayangkan adalah banyak remaja (bahkan yang mengaku orangtua) kecanduan friendster, hingga boleh dikatakan mereka masih `lapar` jika dalam 1 minggu bahkan 1 hari tidak ke warnet untuk sekedar membuka friendster dan melihat perubahan2 terbaru dalam friendster (seperti inbox, undangan petemanan, komentar, dsb).


Beberapa waktu berikutnya sempat booming blog sebagai ajang aktualisasi diri di dunia maya. Banyak hal yang bisa dilakukan para blogger dengan blognya. Mulai dari sekedar curhat, berbagi pengalaman dengan sesama blogger ataupun pengguna web lain, berbagi ilmu, dakwah bil qolam (dakwah dengan pena/tulisan), bahkan tidak sedikit blogger yang sekarang memanfaatkan blog sebagai media / mesin pencari uang. Jika kita tilik perbedaan blog dan fs, kita akan melihat kelebhian-kelebhian yang lebih menonjol pada blog daripada fs. Bahkan ada seorang teman yang mengungkapkan `bloggito ergo sum` (karena blog aku ada). Namun tidak semua orang bisa memiliki pandangan yang sama tentang blog. Mereka justru menganggap blog hanya di peruntukkan bagi mereka-mereka yang punya kemampuan yang lebih dalam menulis. Mereka cenderung lebih suka dengan friendster karena dirasa lebih mudah. Betul?

Beberapa waktu kemudian mulai dikenal adanya facebook (FB). Sebuah jejaring sosial di dunia maya yang mirip dengan FS, namun yang menjadi kelebihan fb mungkin terletak pada kepiawaiannya mencari teman-teman baru/ teman lama tanpa kita harus tahu dulu alamat emailnya. Yach, kalau pada fs kita baru bisa meng-add teman jika kita tahu alamat emailnya, sedangkan pada fb kita cukup mengetikkan nama atau sekolah asal pada mesin pencari yang sudah tersedia di facebook dan kemudian akan muncul nama-nama sesuai dengan yang dicari pada hasil pencarian. Di satu sisi ada manfaat yang bisa diambil dari fb ini, yaitu bisa menjalin kembali silaturrahim dengan teman-teman/ saudara-saudara yang lama terputus.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan tekhnologi jika kemajuannya dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif. Yang menjadi masalah adalah ketika orang-orang semakin mundur dengan kemajuan tekhnologi itu karena ia memanfaatkannya bukan untuk kebaikan melainkan untuk kesenangan semata, bahkan untuk suatu hal yang jelas-jelas merugikan. Merugikan di sini sifatnya kompleks, mulai dari kerugian biaya, tenaga dan yang paling besar adalah kerugian waktu dan usia.

Banyak penyimpangan yang terjadi dalam memanfaatkan teknologi seperti yang saya sebutkan di atas. Saya sendiri pernah menemukan saah satu akun FB yang ternyata sebagai ajang mengekspose foto-foto yang sebenarnya tidak layak di upload sebagai konsumsi publik. Naudzubillah...

Karena FB tidak hanya di gunakan oleh kaum dewasa, namun anak-anak jaman sekarang pun juga sudah piawai dalam mengelola akun FB mereka, jadi dihimbau kepada para orang tua untuk selalu mengawasi anak mereka, memberi pengarahan baik dan buruknya dunia maya, serta menjelaskan fungsi sebenarnya dari pada kemajuan teknologi tersebut.

Okey, sebagai penutup tulisan ini, mari kita bersama untuk bersikap dewasa dalam menyambut kehadiran facebook. tidak selayaknya kemajuan tekhnologi justru memundurkan generasi umat. Bagi yang memiliki notebook/laptop (yang bisa online setiap saat jika ada hotspot) sudah semestinya bersikap bijak, yaitu dengan mengajak pembaca semua untuk lebih memilih webblog, karena blog adalah budaya yang baik untuk mengasah kreativitas menulis, berbagi ilmu dan pengalaman serta sebagai memanfaatkannya untuk menimba ilmu dan wawasan seluas-luasnya. Penulis juga wujud eksistensi diri di dunia maya, yang tentu jauh, jauh dan jauuuuhhh lebih baik daripada sekedar friendster ataupun facebook. Sepakat?

Baiklah, semoga umur yang tersisa bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan ketika datang saat penimbangan amal, kita akan mendapatkan timbangan yang berat pada amal baik kita.

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih, dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehat supaya menetapi kebenaran” (Q.S Al-Ashr:1-3)

“Ingat 5 perkara sebelum datang lima perkara. Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, lapangmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, kayamu sebelum miskinmu…” (HR Ahmad)



_Dari berbagai Sumber_



Sabtu, 06 November 2010

Di Balik Itu

Jogjakarta adalah salah satu kota that I want to go there, dari jaman SMU, angan-angan ku sudah melayang jauh ke sana, melangkah menyusuri jalan malioboro, atau duduk santai di alun-alun, serta memandang kagum tugu jogja.

Menikmati seni yang sering terlahir di negeri kraton tersebut, menikmati senyum ramah para penduduknya, menantikan senja yang indah di sana.

Pengalaman tahun lalu aku tidak bisa melewatkan malam pergantian tahun dari 2009 ke 2010 disana dikarenakan ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan. Menyusun rencana demi rencana, namun semua selalu ada aral yang menghalanginya.

Saat itu rencana untuk pergi ke sana sudah fix, sudah ada teman yang bersedia untuk plesir ke sana, harga tiket pun sudah hunting dan siap untuk di booking, surat cuti sudah di acc untuk rentang waktu 8-12 Nopember 2010. H-5, rekan seperjalanan saya tiba-tiba membatalkan keberangkatannya, dikarenakan uang yang seyogyanya mo di bawa kesana, harus keluar untuk hal yang tak terduga.

OMG....aku bingung...cuti sudah diambil, namun gak jadi berangkat.....trus ? mo ngapain ya...

Dalam kekalutan dan kekecewaan, yang teramat dalam sebenarnya...aku harus berfikir keras, untuk mengisi waktu cuti yang 5 hari itu. Aduh...bingung, mo di rumah aja pasti membosankan, mo jalan jalan, bingung juga mo ke mana. Sempat frustasi, namun ternyata Allah menunjukkan sesuatu, menunjukkan hikmah di balik semua rencana yang berantakan itu.

Gunung merapi meletus, menimbulkan kepanikan di sana, hujan abu vulkanik turun menyelimuti Sleman dan sekitarnya. Letusan yang terjadi lebih dari satu kali itu, telah merenggut banyak korban jiwa, salah satunya adalah Mbah Maridjan sang kuncen Merapi.

Seandainya aku jadi berangkat ke Jogjakarta saat itu, aku tak tau apa yang terjadi pada diriku, ikut jadi korban kah? Naudzubillah.....

Bersyukur, Allah masih melindungi ku...

Di balik rasa syukur itu, aku masih berfikir dan berfikir untuk mengisi waktu cuti itu..apakah aku harus menghabiskannya di rumah? Ternyata tidak.

Aku dapat panggilan Tes di 2 instansi sekaligus dalam rentang waktu tersebut, dan bisa untuk pergi ke Tanah Bumbu untuk mendaftar, dan mencoba peruntungan di sana sebagai CPNS Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Alhamdulillah, ada hikmah di balik semua peristiwa, selalu positif thinking, selalu berprasangka baik kepada Allah.

Buat semua korban Merapi, saya turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa, semoga semua cepat berlalu dan keadaan akan kembali seperti semula.

Amin Ya Rabb.....

Kamis, 04 November 2010

Pelangi Cinta

Hari hariku adalah goresan tentang cinta

Bertutur sopan, mengisahkan Sang Maha Indah

Menceritakan keagungan Sang Maha Kuat


Hari hariku adalah coretan tentang cinta

Cinta kepada Sang Maha Kaya

Cinta dengan semua tetesan anugerah dari-Nya

Hari hariku adalah tulisan tentang cinta

Cinta yang tumbuh dibawah matahari

Cinta yang selalu hidup walaupun senja telah memayungi


Malam malamku adalah catatan tentang cinta

Menjejaki bumi di bawah purnama

Berdendang riang disinari temaramnya bintang

Memecahkan rumus rumus Tuhan

Alif laam miim

Alif laam ra

Haa miim

Yaa sin

Yang sarat akan kedahsyatan maknanya

Mengeja sabda alam yang tak pernah ada habisnya

Menggali rahasia Tuhan yang tak kunjung terungkap

Menyelami dalamnya kekuasaan Tuhan yang tak diketahui dimana dasarnya

Subhanallah......

Selasa, 02 November 2010

SUJUD TERAKHIR


Jangan jadikan sujudku ini sujud terakhir
Masih banyak noda yang menempel
Belum sempat ku mencucinya

Jangan jadikan sujudku ini sujud terakhir
Terlalu banyak dosa yang tersemat
Belum sempat ku lepaskan

Jangan jadikan sujudku ini sujud terakhir
Ada banyak virus yang menulari
Belum sempat ku bersihkan

Jangan jadikan sujudku ini sujud terakhir
Ku masih ingin kembali berdiri, rukuk dan sujud lagi
Ku masih ingin mengeja abjad Mu alif, ba, ta
Ku masih ingin menyebut nama Mu Ar Rahman, Ar Rahim
Ku masih ingin mengucap takbir, tasbih, tahmid

Jangan jadikan sujudku ini sujud terakhir
Ku masih ingin bebas berlari diantara hamparan bunga
Ku masih ingin berteriak kencang diantara bukit bukit kokoh
Ku masih ingin menatap indahnya matahari terbit
Ku masih punya mimpi mimpi yang belum sempat ku rajut

Tolong...
Jangan jadikan sujudku ini sujud terakhir

Menanti Bintang

Aku menanti bintang
Bintang yang bersinar

Aku menanti bintang
Bintang yang menyelimuti malam

Aku menanti bintang
Bintang yang memberikan warna di hitamnya malam

Bintang yang selalu setia menemani malam