Senin, 01 November 2010

Dunia Photography di Mata Kamera Analog


Merekam keindahan dunia dan isinya tidak hanya dengan camdig / DSLR, kamera analog _kamera lomo_ juga menjadi salah satu fasilitas bagi mereka yang mencintai dunia photography.

Kamera lomo yang masih analog atau masih menggunakan roll film, belum mati dimakan zaman, masih banyak para pencinta seni memilih kamera jenis ini untuk menangkap moment yang terjadi di sekitar kita.

Kamera unik ini bernama Lomo ini singkatan dari Leningsradskoye Optiko Mechaninicheskoye Obyedinenie berasal dari sebuah pabrik serat optik di Rusia, Lomo, yang pada waktu perang dunia II digunakan oleh para tentara Rusia untuk memata-matai musuh. Kamera ini memiliki hasil jepretan yang khas dan unik. Kenapa? Karena kamera ini memiliki lensa yang pada bagian tepi frame-nya terdapat distorsi (exposure) dan bagian tengah yang jernih. Inilah yang membuat kamera ini menjadi kamera yang unik. Uniknya lagi, kamera ini mempunyai lebih dari satu lensa, jadi bisa menghasilkan gambar yang unik juga.

Lomography menghadirkan gaya fotografi yang kasual dan lebih dekat dengan gaya snapshot, gangguan foto seperti over-saturated colors, lens artifacts, dan cacat gara-gara exposure malah menghasilkan efek yang abstrak. Kamera ini bagus banget untuk dipakai sehari-hari karena ukurannya kecil, dan kemampuannya untuk mengambil gambar di daerah yang cahayanya rendah (mendorong maraknya candid photography).

Kalau Eastman Kodak punya konsep “Kodak moment”, maka Lomography punya konsep “don’t think, just shoot” yang mengandalkan pada spontanity, close-up dan tidak terlalu memikirkan tehnik foto formal. Lomographer adalah komunitas para fotografer Lomography, mereka adalah komunitas penggemar kamera kompak Lomo dan kamera plastik mainan lainnya. Lomo diambil dari nama perusahaan persenjataan dan optik Rusia yang menghasilkan kamera kompak tersebut.

Kamera kompak pertama buatan pabrik ini diberi nama Lomo Kompakt Automat atau lebih dikenal LC-A ( Lomo Compact Automatict). Lomographer memilih kamera ini karena kemudahan dan tak perlu memikirkan hal-hal sangat teknik, yang dipentingkan adalah moment, warna, bentuk, dan gambar itu sendiri.
Perkembangannya tidak hanya satu jenis kamera, ada bermacam kamera yang selalu lomographer gunakan, seperti Holga kit, Colorsplash camera, Horizon 202, Pop 9, Action sampler, Cybersampler, Super Sampler, 3D Camera set, Smena 8 dan Seagull TLR. Seribu kata tak cukup untuk merasakan dan memahami komunitas ini, jika tidak ikut mencoba. So, chose your gear, don’t think just shoot.. Jangan takut jika karya yang dihasilkan jelek, karena tiap gambar yang dihasilkan adalah sebuah keindahan, jika tidak untuk teman sekamar anda maka komunitas ini pasti mendukung karya kamu, jadi gabung aja sama para lomographer dunia untuk membuat dunia lebih berwarna..

jangan pernah kecil hati karena gak bisa motret dengan kamera DSLR, masih ada solusi buat kamu untuk bisa menangkap momentum indah di sekitar kalian.....

Minggu, 31 Oktober 2010

Menzamankan Digital / Mendigitalkan Zaman


Zaman memang semakin maju dan berkembang pesat, peralatan pun juga sudah mengalami proses modernisasi. Banyak perubahan yg terjadi saat ini.

Tidak salah memang perubahan itu terjadi, namun bukan kah sebaiknya kita juga tidak melepaskan begitu saja, hal2 yang sudah lampau. Sekarang ini sudah tidak ada lagi yang pakai walkman berganti dengan ipod. Tidak ada lagi yang pakai kamera analog berpaling ke kamera digital...

Mmm.....saya cukup merasakan itu, karena tidak ada lagi studio foto yang menggunakan film / klise di sini, padahal masih ada yang menggunakan kamera tersebut (termasuk saya salah satunya), kenapa demikian? Mungkin saya, menurut saya, apabila seseorang menggunakan kamera tersebut, akan dikatakan kuno, ketinggalan zaman atau lain sebagainya....kalo saia sih, pede aja lagi....

Saia mencoba untuk kembali menghidupkan kegiatan potret-memotret dengan menggunakan kamera analog, karena saya punya kamera itu, dan sayang juga kalo gak pernah dipakai...tapi yang jadi masalah, kemana saia harus membawa film nya untuk dicuci?

Apakah saia yang salah karena masih menggunakan kamera analog? Ataukan zaman yang sudah terseret jauh oleh arus modernisasi......

^_^ kalo ada yang tau studio yg masih menerima film untuk dicuci...kabari saia ya.........

Sabtu, 30 Oktober 2010

Merapi Menuai Cerita

Beberapa hari yang lalu, Merapi memuntahkan isi perutnya, meluluh lantakkan beberapa desa yg ada di sekelilingnya...

Marahkan sang Merapi ? mungkin dia hanya sedikit kesal, dia hanya memuntahkan sedikit uneg2 yang ada di dalamnya...waspadalah, Merapi bisa akan lebih ganas dari pada sekarang ini..

Sang Kuncen mbah Maridjan pun menjadi salah satu korban dari keganasan Merapi, beliau meninggal di rumah nya saat sedang shalat Ashar...

Tak hanya Merapi yg membawa cerita, di Mentawai pun keganasan Tsunami juga merenggut kehidupan beberapa anak manusia...

Bantuan yg lamban juga turut menewaskan seorang anak, karena belum sampainya bantuan ke sana, alasan karena cuaca buruk, tak ada Helikopter, tapi kunjungan pak SBY, bisa aja tuh...kenapa bantuannya gak dititipkan aja lewat heli2 yg turut serta....

Mmmm.....janganlah dikorupsi bantuan untuk saudara2 kita yg mengalami musibah...

Bangkit Indonesia.......

" GO GRASS 2010 "

PLN mengadakan program Gerakan Sejuta Pelanggan Sehari / Go Grass 2010

oleh karena itu PLN Ranting Pelaihari mendapat jatah untuk menerima pemasangan listrik sekitar 1000 pelanggan, kebayang dunk gimana repotnya memproses berkas pendaftaran calon pelanggan dalam waktu kurang lebih 1 minggu...hmmm...

Dan manajemen PLN Ranting Pelaihari menunjuk beberapa pekerjanya untuk juga ikut andil dalam membantu seksi yg bersangkutan agar bisa memproses permohonan penyambungan itu dengan cepat...

setelah pontang panting, jungkir balik kerja siang dan malam, mpe salah satu rekan saya menginap di kantor, semua berkas itu dapat di proses tepat waktu, walaupun di akhir pekerjaan ada something trouble, but it's not big problem....

And Now.....

saatnya refreshing.........

Minggu, 24 Oktober 2010

BELAJAR ETIKA KE NEGERI BANGKRUT

WAKIL rakyat kita terus rajin memproduksi kekonyolan demi kekonyolan. Dari kemalasan bersidang yang tidak kunjung sembuh, nafsu membuat rumah aspirasi yang ujung-ujungnya proyek, hingga pelesir ke luar negeri yang dibalut studi banding.

Demi memenuhi syahwat politik itu, miliaran rupiah pun disiapkan. Soal apakah berbagai agenda tersebut masuk akal atau tidak, berguna atau mubazir, ada urusannya dengan rakyat atau tidak, bukan perkara penting lagi bagi anggota DPR.

Kekonyolan paling mutakhir ialah kepergian 8 anggota Badan Kehormatan DPR dan 2 staf ke Yunani, mulai hari ini, untuk belajar soal etika. Total uang negara yang dikuras untuk perjalanan enam hari itu mencapai Rp1,4 miliar.

Alasan mengapa Badan Kehormatan DPR perlu belajar etika ke Yunani pun menggelikan. Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR Nudirman Munir menyatakan studi langsung ke lapangan itu penting dilakukan karena Badan Kehormatan perlu mempelajari aplikasi beretika untuk diterapkan di DPR.

Sengaja dipilih Yunani karena negara itu dipandang memiliki sejarah demokrasi yang tertua. "Kami bisa banyak belajar di sana karena Plato dan Aristoteles berasal dari sana," kata Nudirman.

Tapi, agenda anggota dewan selama kunjungan di negeri yang kini dilanda kebangkrutan ekonomi itu jauh dari substansi soal etika, soal aksiologi, soal nilai-nilai. Wakil rakyat kita hanya ingin mengetahui bagaimana Yunani mengatur anggota parlemen yang merokok. Juga, bagaimana anggota parlemen di sana harus berpakaian.

Lebih aneh lagi, anggota dewan jauh-jauh ke Yunani sekadar ingin mengetahui cara berinterupsi untuk menyampaikan pendapat dalam sidang. Yang hendak dipelajari adalah apakah interupsi cukup dengan mengangkat tangan kemudian bicara, atau ada cara lain.

Sangat susah bagi kita untuk membedakan agenda studi banding para wakil rakyat itu dengan study tour murid taman kanak-kanak.

Dan, untuk hal remeh-temeh itu, negara harus mengisi kocek anggota DPR yang berangkat sekitar Rp165 juta per orang. Sebuah parade kekonyolan yang sempurna.

Padahal, belajar etika tak perlu jauh-jauh ke Yunani. Masih banyak guru besar etika di berbagai universitas di dalam negeri yang bisa diundang untuk memberi ceramah langsung.

Yang jelas, Yunani kuno yang dahulu melahirkan Aristoteles bukanlah Yunani yang sekarang. Yunani hari ini adalah negara yang sekarat ekonominya, yang terancam bangkrut, yang menjadi persoalan bagi Uni Eropa, yang harus diselamatkan dengan suntikan IMF. Salah satu penyebabnya ialah karena Yunani justru ditengarai tak etis, yaitu memoles kinerja ekonominya sampai mengilap agar dapat diterima menjadi negara bermata uang euro.

Dengan ngotot berangkat ke Yunani untuk belajar etika, anggota dewan dengan sendirinya sudah kehilangan etika. Bahkan tergolong kurang ajar, sangat kurang ajar, karena dilakukan Badan Kehormatan yang telah kehilangan kehormatan.


mediaindonesia.com